Skip to content

Pengesampingan Pasal 1100 KUH Perdata dalam Perjanjian Penanggungan Utang

December 22, 2011

Sering kali kita jumpai bahwa dalam perjanjian penangungan utang (borgtocht) Pasal 1100 Kitab Undang-undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek voor Indonesie) dikesampingkan. Apa yang menjadi alasan logis pengesampingan Pasal ini? Berikut ini adalah jawabannya.

Terjemahan bahasa Indonesia dari Pasal 1100 KUH Perdata adalah sebagai berikut:

Para ahli waris yang telah menerima suatu warisan harus menanggung pembayaran utang, legaat dan beban-beban sebesar porsinya menurut keseimbangan sesuai dengan apa yang diterimanya dalam warisan.

Dengan demikian, bilamana boedel warisan telah dibuka dan dibagi di antara para ahli waris, maka masing-masing hanya akan menanggung utang pewaris sebesar prosentase dari warisan yang telah diterima masing-masing. Hal ini sesuai dengan ketentuan anak kalimat kedua dari Pasal 1299 KUH Perdata yang berbunyi “hal dapat dibagi-baginya (perikatan) hanya berlaku berkenaan dengan para ahli warisnya, yang tidak dapat menuntut utangnya atau yang tidak diwajibkan untuk memenuhi kewajibannya, dan hanya untuk bagian darinya yang (diterimanya) selaku ahli waris, atau untuk mana ia harus menanggungnya, selaku wakil dari kreditor atau debitor.”

Karena seorang penanggung utang juga merupakan debitor tanggung renteng (vide Pasal 1820 juncto Pasal 1281 KUH Perdata), terutama bilamana Pasal 1831 KUH Perdata dikesampingkan, maka ketentuan Pasal 1100 KUH Perdata juncto anak kalimat kedua dari Pasal 1299 KUH Perdata juga berlaku bagi para ahli warisnya, sehingga pengesampingan Pasal 1100 oleh penanggung utang dimungkinkan untuk kepentingan (para) kreditor agar kewajiban utang tersebut tidak terpecah-pecah di antara para ahli waris debitor yang (menurut ketentuan Pasal 833 KUH Perdata karena hukum menggantikan kedudukan si pewaris) dan agar ketentuan Pasal 1390 KUH Perdata berlaku secara sempurna.

2 Comments
  1. mhsiswa_ui_salemba permalink

    quote : “Pasal 1299 KUH Perdata yang berbunyi “hal dapat dibagi-baginya (perikatan) hanya berlaku berkenaan dengan para ahli warisnya, yang tidak dapat menuntut utangnya atau yang tidak diwajibkan untuk memenuhi kewajibannya,…”

    di dalam buku KUHPer saya kata2 nya “menagih piutangnya” bukan menuntut utangnya.
    mana yg benar pak, menuntut utang nya ataukah menuntut piutangnya?

    • Bunyi Pasal 1299 KUH Perdata (Burgerlijk Wetboek) adalah sebagai berikut:

      ….; de deelbaarheid is slechts van toepassing ten opzigte van hunne erfgenamen, die de schuld niet kunnen vorderen, of die niet verpligt zijn dezelve te voldoen…

      Terjemahan Prof. Subekti adalah seperti yang anda baca.

      Dalam Bahasa Belanda kata “schuld” berarti “hutang” sedangkan kata “inschuld” berarti “piutang”, walaupun tidak jarang kata “schuld” juga memiliki pengertian “piutang”. Harus dipahami di sini bahwa Pasal 1299 mengatur “hal dapat dibagi-baginya suatu perikatan (deelbaarheid ener verbindtenis) yang hanya berlaku di antara para ahli waris kreditor dan para ahli waris debitor, sehingga jika anda membacanya dengan teliti, maka anda akan memahami bahwa pasal ini berlaku bagi perikatan di antara (i) para ahli waris kreditor yang tidak dapat menuntut utangnya (artiya: tidak dapat menagih piutangnya) dan (ii) para ahli waris debitor yang tidak wajib memenuhi perikatan utang tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: