Skip to content

Pengesampingan Pasal 1266 dan 1267 KUH Perdata

December 22, 2011

Dalam ilmu hukum, menurut sifatnya, sifat-sifat perikatan adalah:

  • bersyarat (voorwaardelijk);
  • dengan ketetapan waktu (met tijdsbepaling);
  • manasuka (alternatief);
  • tanggung renteng atau tanggung-menanggung (hoofdelijk of solidair);
  • dapat dibagi-bagi atau tidak dapat dibagi-bagi (deelbaar of ondeelbaar); dan
  • dengan ancaman hukuman (onder beding van straf of poenaliteit)

Salah satu ketentuan hukum dari Kitab Undang-undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek voor Indonesie) tentang sifat-sifat perikatan yang menarik perhatian dan diskusi adalah perikatan bersyarat.

Terjemahan dari Pasal 1253 KUH Perdata berbunyi:

Suatu perikatan adalah bersyarat manakala digantungkan pada suatu peristiwa yang masih akan datang dan belum tentu terjadi, baik dengan cara menangguhkan perikatannya sampai terjadinya peristiwa tersebut, atau dengan cara membubarkan perikatannya tergantung pada terjadi atau tidak terjadinya peristiwa tersebut.

(RED: Prof. R. Subekti SH dan R. Tjitrosudibio SH menterjemahkan kata ontbinden dari bahasa asalnya (bahasa Belanda) menjadi membatalkan, akan tetapi saya memilih menggunakan istilah membubarkan, dan akan saya jelaskan lebih lanjut di bawah ini).

Sering kita jumpai dalam kontrak/perjanjian (tertulis) para pihak mengesampingkan ketentuan Pasal 1266 dan 1267 KUH Perdata dengan maksud dan tujuan agar bilamana ada sengketa di antara kedua belah pihak, maka para pihak dapat mengakhiri/membubarkan kontrak atau perjanjian tersebut tanpa memerlukan campur tangan pengadilan untuk tujuan pengakhiran/pembubaran kontrak/perjanjian tersebut.

Pasal 1266 KUH Perdata berbunyi sebagai berikut:

De ontbindende voorwaarde wordt altijd voorondersteld in wederkeerige overeenkomsten plaats te grijpen, in geval eene der partijen aan hare verpligting niet voldoet.

In dat geval, is de overeenkomst niet van regtswege ontbonden, maar moet de ontbinding in regten gevraagd worden.

Deze aanvraag moet ook plaats hebben, zelgs indien de ontbindende voorwarde wegens het niet nakomen der verpligting in de overeenkomst mogt zijn uitgedrukt.

Indien de ontbindende voorwaarde niet in de overeenkomst is uitgedrukt, staat het de regter vrij om, naar gelang der omstandigheden, aan den verweerder, op deszelfs verzoek, eenen termij te gunnen om alsnog aan zijne verpligting te voldoen, welke termijn echter den tijd van eene maand niet mag te boven gaan.

Terjemahan Pasal 1266 KUH Perdata dalam bahasa Indonesia (dengan istilah yang berbeda dari terjemahan Prof. R. Subekti SH dan R. Tjitrosudibio SH):

Syarat bubar dianggap selalu dicantumkan dalam persetujuan-persetujuan yang bertimbal balik manakala salah satu pihak tidak memenuhi perikatannya.

Dalam hal tersebut, persetujuan tidak bubar karena hukum, akan tetapi pembubarannya harus dimintakan ke muka hukum.

Permintaan ini juga harus dilakukan, bahkan bilamana syarat bubar karena tidak dilaksanakannya perikatan dinyatakan secara tegas dalam persetujuan.

Bilamana syarat bubar tidak dinyatakan secara tegas dalam persetujuan, maka hakim adalah bebas untuk, sekedar dengan memperhatikan keadaan-keadaan, memberikan kepada si tergugat, atas permintaannya, suatu jangka waktu untuk sekali lagi memenuhi perikatannya, jangka waktu tersebut namun demikian tidak boleh melebihi waktu satu bulan.

Saya memilih menggunakan istilah syarat bubar sebagai terjemahan dari istilah ontbindende voorwaarde dan tidak mengikuti terjemahan Prof. R Subekti SH dan R. Tjitrosudibio SH (yang bagaimanapun juga bukan terjemahan resmi) yang berbunyi syarat batal, dengan alasan bahwa bilamana menggunakan istilah syarat batal, maka terjemahan dari alinea kedua dari Pasal 1266 KUH Perdata ini akan berbunyi:

Dalam hal tersebut, persetujuan tidak batal karena hukum, akan tetapi pembubarannya harus dimintakan ke muka hukum.

Bilamana terjemahan dari alinea kedua dari Pasal 1266 KUH Perdata berbunyi sedemikian adanya, maka bilamana para pihak memilih mengesampingkan (alinea kedua dan ketiga dari) Pasal 1266 KUH Perdata (hal mana dimungkinkan), maka persetujuan dapat batal demi hukum, yang artinya persetujuan akan secara otomatis batal dan segala sesuatunya kembali ke keadaan seperti sedia kala seperti tidak terjadi apa-apa, hal mana sama sekali tidak mungkin, misalnya bilamana bangunan yang sudah berdiri harus dirobohkan rata dengan tanah.

Pengesampingan Pasal 1266 KUH Perdata dalam persetujuan-persetujuan yang bertimbal-balik dimungkinkan dengan ketentuan sebagai berikut:

  • secara logika hanya alinea kedua dan ketiga yang dapat dikesampingkan, karena (i) bilamana alinea pertama dikesampingkan, maka anggapan adanya syarat bubar tidak pernah ada, sehingga persetujuan tidak dapat bubar, dan (ii) alinea keempat tidak dapat dikesampingkan karena kekuasaan kehakiman yang bersumber dari konstitusi dikesampingkan oleh para pihak berdasarkan perjanjian (Pasal 23 Algemene Bepalingen van Wetgeving voor Indonesie; dan
  • pengesampingan tersebut, yang merupakan kesepakatan para pihak sejak awal (vide alinea kedua dari Pasal 1338 KUH Perdata), tidak boleh merugikan pihak ketiga manapun (vide Pasal 1340 KUH Perdata).

Pasal 1266 KUH Perdata berbeda cara bekerjanya dari Pasal 1265 KUH Perdata, karena

  • Pasal 1265 KUH Perdata mengatur syarat bubar yang digantungkan pada peristiwa (evenement) yang masih akan datang dan belum tentu terjadi; sedangkan
  • Pasal 1266 mengatur syarat bubar yang digantungkan pada wanprestasinya salah satu pihak.

Pengesampingan Pasal 1267 KUH Perdata dimungkinkan, akan tetapi akan menghapuskan hak pihak yang dirugikan untuk menuntut ganti rugi, biaya dan bunga; atau haknya untuk memaksa pihak yang wanprestasi untuk melanjutkan persetujuan atas biayanya.

About these ads
Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 38 other followers

%d bloggers like this: